Sebagai seorang anak remaja, tentu juga sebagai seorang manusia biasa, aku selalu berada pada titik dimana aku ada di tengah – tengah antara keraguan, keingintahuan, ketakutan, kebingungan, dan lain – lain. Disitu ketika aku sudah mengenal sesuatu, lalu kemudian ingin berbuat sesuatu lagi, tapi tidak terlalu banyak referensi yang aku tahu.

Tidak bisa dipungkiri bahwa kita punya kecenderungan mencontoh, entahlah masih ada atau tidak originalitas itu(dan aku pun tidak terlalu perduli). Bersuara memang sesuatu yang natural pada diri kita sebagai manusia, tapi untuk berbicara tentu itu adalah ketika kita sudah pernah melihat orang lain berbicara. Aku mulai bisa menulis, karena guruku menuliskan huruf di papan tulis dan akupun mengikutinya.

Netlabel adalah sebuah petualangan yang menarik dalam hidupku dan hubungannya dengan kegiatan bermusik. Seingatku yang pertama kali aku kenal adalah Inmyroom Records, dan rilisan pertama yang kudownload adalah FARR(sebuah proyek elektronik, ambient). Visiku mengenai musik elektronik mulai berkembang pada saat itu. Awalnya aku hanya mengerti bahwa Goodnight Electric itu memainkan elektronik yang nge-disco sementara Homogenic itu yang gelap/suram(waktu itu kata “galau” belum laris). Dan mengenai INMYROOM RECORDS, yah aku langsung mengerti dan memahami semua hubungannya :

– INMYROOM RECORDS => Di dalam kamarku rekaman

– Musisi kamar => Musisi yang memproduksi(menciptakan,merekam,mendistribusikan) karya didalam kamar

 Musisi kamar, memproduksi karya di dalam kamar, mungkin saja karena keterbatasan biaya. Karena keterbatasan biaya pula tidak dirilis secara fisik. Karena tidak dirilis secara fisik, maka dari itu dirilis di internet, dalam kasus ini melalui media Inmyroom Records.

Walaupun istilah netlabel belum aku dapatkan waktu itu, tapi dari sini aku sudah melihat sebuah alternatif baru. Mengakali keterbatasan sumber daya agar tidak menghambat kreatifitas dan produktifitas.

Folder FARR itu pun langsung aku dengarkan kepada seorang temanku, begitu juga aku ceritakan mengenai Inmyroom Records kepadanya. Pucuk di cinta ulam pun tiba, rupanya dia juga sedang menjalankan sebuah proyek pribadi yang berhubungan dengan musik. Dia adalah seorang keyboardist, dan aku akui dia mempunyai ide – ide brilian kalau berhubungan dengan penciptaan karya musik. Jadi ternyata, dia lagi bikin – bikin lagu solo. Isinya hanya instrumental dimana dia memainkan pianonya sendiri, gak ada pemain lain, hanya dia sendiri yang melakukan semuanya termasuk menciptakan lagu, membuat loop, mengisi sedikit vokal, dan memasukkan sampling.

Karena lagi terbawa semangat, aku langsung memberi saran kepadanya “Ya udah, dijadiin aja, dibikin rilisan, diproduksi, nanti dirilis via Internet, aku coba masukin ke Inmyroom Records itu”. Singkat cerita akhirnya dia telah menciptakan 5 lagu, dengan semangat aku membuatkan layout untuk artwork dan file cover/cd case nya. begitu juga aku kirimkan ke email submission nya Inmyroom Records. Seingatku bukannya ditolak, email ku malah tidak berbalas. Tapi itu bukan akhir dari usaha. Alternatif baru yang sudah aku temukan semenjak pertama kali menemukan Inmyroom Records membawaku pada cara berpikir yang lebih luas. Kenapa harus dirilisin mereka? Kenapa tidak kita upload saja sendiri, lalu kita sebarkan link nya.

Yap, file Rar berjudul IARK-The Sinner itu pun aku upload ke akun mediafireku lalu kusebarkan linknya. seingatku waktu itu masih zaman Friendster deh, juga tidak lupa aku kirimkan ke seorang teman yang memiliki blog (www.isubject.blogspot.com  / blog nya Ringgo editor Jalur Bebas zine). Dia mem-posting rilisan tersebut, dan juga memberi review. “Ah, ternyata bisa dilakukan sendiri, dan jaringan pertemanan bisa menjadi alat bantu yang cukup diandalkan”, begitu pikirku saat itu. Sementara temanku yang punya rilisan, si IARK itu, dia tidak berhenti sampai disini saja. Dengan kebulatan tekad dan semangat yang tinggi dia rilis sendiri versi CD dari rilisannya itu. Tidak dijual, tapi dititipkan dan dibagikan kepada beberapa orang secara gratis. Dan hal ini, pada saat itu, masih merupakan sebuah hal yang aneh/jarang di kotaku. Berbagai macam pendapat datang dari teman – teman yang sudah mendengarkan IARK-The Sinner, baik yang mendapat versi fisiknya maupun yang mendownload nya.

Hingga kemudian aku bertemu dengan Yes No Wave. Pada saat itu baru aku tahu istilah NetLabel. Selain itu ada banyak hal baru lainnya yang aku dapat setelah mengakses dan mendownload rilisan dari www.yesnowave.com, antara lain :

 Net label ini pada dasarnya sama seperti record label. Mereka juga menyeleksi band/musisi yang akan dirilis, melakukan penomoran pada tiap rilisan,  melakukan promo dan tentu saja distribusi.

– Rupanya Net label ataupun musik yang ada di situs file sharing tidak cuman berisi band/musisi yang belum terlalu dikenal/underrated. Ternyata di Yes No Wave juga merilis White Shoes and The Couples Company, dan The Upstairs.

Ada loh yang namanya lisensi untuk karya yang dibagikan secara gratis. Namanya Creative Commons License.

– Ada loh yang namanya gratis dan legal.

Netlabel yang notabene berada di dunia maya, juga melakukan promo melalui dunia nyata, hehehehehe. Aku punya leaflet promo nya Yes No Wave.

– Sama seperti record label, netlabel juga melakukan usaha sampingan untuk pendanaan kegiatan mereka, antara lain dengan menjual merchandise. Selain itu, netlabel juga terbuka untuk donasi.

Tidak hanya kegiatan upload dan download, netlabel juga melaksanakan kegiatan free sharing musik ini secara offline, antara lain melalui booth offline sharing di acara musik.

– Ada loh yang namanya Lossless Audio Format. Jujur aku tertarik sekali dengan yang ini, tapi ukuran file nya keterlaluan gedenya, sementara waktu itu Internet hanya aku dapatkan melalui rental warnet.

Lalu kemudian, ada banyak rilisan yang aku dapatkan melalui Yes No Wave dan juga saudara kandungnya Tsefula/Tsefuelha Records yang memberiku pengalaman dan pengetahuan baru mengenai musik, antara lain rilisan dan band/musisi berikut ini : Nervous Breakdown-Nevergreen ; Coffin Cadillac – Off The Road & Nocturnal Madness ; Sungsang Lebam Telak – Sapuan Feses Waria Meledak ; Zoo – Trilogi Peradaban ; Delayed Desire – (aduh sori lupa nama albumnya, file nya begitu dicek juga udah gak ada di PC ku, tapi ini keren, wajib donlod) ; Frau – Starlit Carousel ; The Frankenstone – Don’t Be Sad Don’t Be Gloom The Frankenstone is Ugly. Tidak bisa kupungkiri, Yes No Wave adalah salah satu netlabel yang bagus kerjanya. Kebanyakan band/musisi yang dirilisnya adalah yang tidak mengecewakan; di dalam setiap rilisannya selalu disertai dengan liner note yang cukup detail dan informatif; salah satu prinsipnya adalah “download lagu-lagunya secara gratis, kalau mau punya CD nya, bisa diprint sendiri covernya & cd labelnya”. Memang di setiap rilisan mereka selalu disertai dengan file yang berisi layout siap print dari rilisan tersebut; Ini memberiku hal – hal yang baru, antara lain mengenai lossless audio format, burn your idol, yes no single; XEROXED, lalu ada Megamix Militia, aku susah ngejelasinnya cek sendiri deh melalui situsnya Yes No Wave; mereka juga punya gig rutin Yes No Klub.

Beberapa waktu kemudian, keberadaan netlabel di Indonesia berkembang. Hujan! Rekords, Stone Age Records, Lemari Kota Records, Mindblasting, Pati Rasa Records(RIP), EAR Alert Records. Tentu saja, masih ada banyak netlabel yang tidak aku kenal, dan mungkin saja mereka juga punya banyak hal – hal baru yang menarik dan juga berisi band – band yang menarik untuk disimak.

Semakin bertambah nya netlabel akhirnya membawaku  mengenal Internet Archive dengan lisensi Creative Commons License. Awalnya aku tahu, tapi tidak begitu memahami (sampai sekarang juga masih begitu sih :D). Intinya melalui Internet Archive kita bisa membagikan karya kita seluas mungkin kepada halayak, untuk kemudian bisa digubah lagi ataupun didistribusikan kembali dengan lisensi yang sama. Sekilas pikirku ini sih mirip aja dengan situs file sharing lainnya, dimana kita bisa mempunyai harddisk online, harddisk itu bisa bebas diakses bisa juga tidak. Memang sih menurutku inti dari Netlabel itu bukan di pemakaian Internet Archive ataupun Creative Common License nya, tapi pada promo, publikasi, dan semua hal yang sejelas mungkin mengenai rilisan dan artist nya. Lebih lengkap nya silahkan kalian berkunjung ke situs www.primitifzine.net, mereka juga pernah membuat tulisan yang membahas Netlabel. Namun aku jadi tertarik dengan Internet Archive semenjak aku baca interviewnya blog Noiseblast Records dengan Stone Age Records. Katanya si Stone Age Records, melalui Internet Archive, dokumen yang kita upload itu akan aman bertahan disana, tidak ada resiko terhapus, juga dengan lisensi Creative Commons License file yang kita share itu akan lebih terjaga, dimana orang tidak bisa seenaknya saja menyalahgunakan file tersebut untuk hal – hal yang tidak semestinya.

Lagi – lagi pucuk di cinta ulam pun tiba, kebetulan sekali beberapa saat sebelumnya aku sedang terkena “musibah”. Betapa aku menyadari pendokumentasian yang aku lakukan juga orang – orang di sekelilingku lakukan sangatlah lemah, dalam hal ini pendokumentasian segala hal yang berhubungan dengan scene hc punk/underground di kotaku. Penyesalan itu baru terjadi ketika aku menyadari, bahwa beberapa zine lawas terbitan teman dari kotaku, juga beberapa rilisan lawas sudah entah kemana barang nya. Hilang dan tidak dapat diselamatkan. Itu adalah dua kenyataan yang terlalu mengerikan yang harus aku terima. Sebenarnya mengenai hilang, kadang – kadang juga suatu hal yang wajar, hilang bisa juga terjadi karena bencana, bencana yang tidak dapat diduga – duga kapan datangnya. Maka dari itu lantas aku hubungkan dengan Internet Archive, seandainya dokumentasi ini dapat diamankan di dua tempat dalam dua wujud, tentu jika suatu saat terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, maka masih ada peluang untuk menyelamatkan dokumentasi tersebut. Bukankah dengan adanya format digital, berarti itu adalah duplikasi dari format fisik, dimana format digital itu bisa diubah lagi ke dalam format fisik, aku piker begitu. Maka aku putuskan untuk melaksanakan sebuah proyek penyelamatan dokumentasi perjalanan scene underground kotaku ini. Misinya simple, mengumpulkan file dokumentasi, baik itu berupa zine, foto – foto, video, flyer, dll, mengubahnya jadi format digital lalu mengupload nya ke Internet Archive. Kemudian melalui media blog (blogspot.com) file – file tersebut aku publikasikan, dan aku susun menurut kategorinya masing – masing. Misi kedepannya adalah suatu saat tentu saja akan ada yang bertanya – tanya mengenai masa lalu, mengenai awal dari semua yang telah terjadi sampai sekarang ini, maka aku berharap proyek ku ini bisa menjadi jawaban atau minimal membantu. Tidak menutup kemungkinan juga melalui semua file yang telah tersimpan, bisa dilakukan proses kreasi lebih lanjut, mungkin saja remix, rilis ulang, riset/penelitian, ataupun proyek dokumenter (film/buku). Biarlah masa depan yang menjawabnya, yang jelas menurutku masa lalu yang takkan bisa terulang tak boleh lekang oleh zaman. Ohh, alam semesta memberkatimu wahai Netlabel.

Oleh Aldiman Sinaga